Dua Desa Wisata Malinau Jadi Tujuan Wisatawan | Patriot Desa

Dua Desa Wisata Malinau Jadi Tujuan Wisatawan

Patriot Desa – Potensi wisata di Kabupaten Malinau sangat layak dikembangkan. Tidak hanya objek wisata alam, beberapa desa wisata menjadi daya tarik wisatawan untuk menghabiskan waktu libur di Malinau. Dan, berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau, bahwa jumlah pengunjung wisata tahun 2018 mencapai 13.759 orang.

Desa Wisata

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau Ajang Kahang menyampaikan ada dua desa wisata yang menjadi tujuan wisatawan pada tahun 2018. Yakni, Desa Wisata Setulang dan Desa Wisata Pulau Sapi. Dan, kedua desa itu sudah ditetapkan menjadi Desa Wisata oleh Bupati Malinau, Yansen TP.

“Kalau tahun lalu, rata-rata pengunjung berwisata di dua desa wisata itu. Kedua desa dan lainnya, memang saat ini terus kita kembangkan,” kata Ajang Kahang kepada Koran Kaltara di ruang kerjanya, Kamis (12/12/2019).

Dia menjelaskan, objek wisata Kampung Adat Setulang di Desa Wisata Setulang menjadi salah satu objek wisata unggulan di Malinau. Bahkan, Kampung Adat Setulang pernah terpilih sebagai nominasi Anugerah Pesone Indonesia pada tahun 2017 lalu, untuk kategori Kampung Adat Terpopuler. Dan, Kampung Adat Setulang pernah juga menjadi objek penelitian salah satu universitas terkemuka di Inggris.

Sedangkan, untuk Desa Wisata Pulau Sapi, kata Ajang, bahwa desa di Kecamatan Mentarang itu banyak ditemui kreativitas kesenian dan budaya. Dari sektor kebudayaan, masih banyak pengrajin anyaman hingga batik yang dilakukan secara manual.

“Budaya didua desa itu, masih kental. Makanya, terus kita kembangkan dan promosikan,” jelasnya.

Menurut dia, kunjungan wisatawan di dua desa itu tidak hanya didominasi wisatawan lokal. Tetapi, wisatawan luar negeri juga sering mengunjungi desa wisata tersebut. Pada tahun 2018 lalu, sebanyak 281 wisatawan asing berkunjung di dua desa wisata tersebut.

Tidak hanya itu, lanjut dia, objek Wisata Semolon juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. Pada tahun 2018 lalu, jumlah kunjungan di objek wisata air panas itu mencapai 448 orang.

“Rata-rata sih, dari Malaysia. Karena memang, daerah kita ini kan berbatasan langsung dengan Malaysia. Jadi pengunjung luar negeri itu, lebih mendominasi dari Malaysia. Kalau yang objek wisata air panas, itu hanya dari wilayah Kaltara saja,” pungkasnya.

Salam Patriot Desa

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *